Lewati ke konten utama
depati.com App
★★★★★ GRATIS

Demo Data Desil Bansos di Kemensos, Warga Keluhkan Ancaman Kehilangan Bantuan Sosial

Share:

Jakarta – Massa yang tergabung dalam Koalisi Warga Jakarta untuk Keadilan (KWJK) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Jalan Salemba Raya, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026). Aksi tersebut digelar untuk menyuarakan keberatan terhadap data desil bantuan sosial yang dinilai tidak sesuai dengan keadaan sebagian warga.

Aksi dimulai sekitar pukul 11.00 WIB di depan gerbang Kemensos RI. Massa yang didominasi ibu-ibu dari berbagai wilayah di Jakarta berkumpul di depan gerbang hingga memenuhi bagian trotoar.

Sejumlah poster yang memuat berbagai tuntutan turut dibawa para peserta aksi sebagai bagian dari penyampaian aspirasi mereka.

Koordinator aksi, Marlo Sitompul, mengatakan pihaknya memprotes kebijakan desil yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi masyarakat dan justru menyulitkan warga dalam memperoleh bantuan sosial.

“Desil ini tidak jelas dasarnya, banyak warga miskin mendapat desil tinggi dan terancam tidak mendapat bantuan sosial. Tapi tidak ada tanggung jawab dari pemerintah,” kata Marlo dalam orasinya di depan massa aksi, Kamis.

Perwakilan Massa Masuk ke Gedung Kemensos

Sekitar pukul 11.30 WIB, sejumlah perwakilan massa memasuki Gedung Kemensos melalui gerbang depan.

Tidak lama kemudian, perwakilan tersebut kembali keluar dan meminta seluruh peserta aksi memasuki area Gedung Kemensos.

Setelah berada di dalam kawasan gedung, massa diarahkan untuk berkumpul di area pekarangan taman.

Menteri Sosial RI Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono kemudian menemui massa secara langsung.

Dalam pertemuan tersebut, peserta aksi secara bergantian maju untuk menyampaikan aspirasi dan keberatan mereka terhadap hasil penetapan data desil masing-masing keluarga.

Hingga pukul 12.15 WIB, dialog antara massa dan Gus Ipul masih berlangsung di depan Gedung Kemensos RI.


KWJK Soroti Penetapan Data Kemiskinan

Sebelumnya, Marlo menjelaskan bahwa aksi tersebut membawa sejumlah fakta dan persoalan mengenai penerapan desil yang ditemukan di lapangan.

Ia menilai penetapan data kemiskinan yang hanya berpatokan pada angka statistik dapat merugikan dan mengabaikan keadaan masyarakat kelas bawah.

“Bagi KWJK, data seharusnya menggambarkan kenyataan hidup masyarakat, bukan justru mencabut hak dasar rakyat miskin demi angka-angka statistik di atas kertas,” ucap Marlo.

Sebagai bagian dari puncak aksi unjuk rasa, massa juga berencana menyerahkan dokumen berisi “4 Tuntutan Rakyat” secara langsung kepada pihak Kemensos RI dan BPS RI.

Dokumen tersebut dimaksudkan untuk mendesak dilakukannya evaluasi data secara menyeluruh.

Ribuan Personel Disiagakan

Untuk menjaga berlangsungnya aksi penyampaian pendapat di depan Gedung Kemensos di Jalan Salemba Raya serta Gedung BPS RI, kepolisian menyiagakan ribuan personel gabungan.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Akhmadi, mengatakan pengamanan dilakukan agar penyampaian aspirasi masyarakat berlangsung tertib dan aman.

“Untuk pengamanan penyampaian pendapat hari ini, total ada 1.164 personel kepolisian yang dikerahkan,” ujar Akhmadi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Selain pengamanan di sekitar lokasi, kepolisian turut menyiapkan kemungkinan penerapan rekayasa arus lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan.

Menurut Akhmadi, pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi aksi akan diberlakukan dengan menyesuaikan perkembangan situasi dan jumlah massa yang hadir. (Rz)

Sumber: depati.com
Share:

Rekomendasi Untukmu Rekomendasi Untukmu

Indeks Berita Indeks Berita