Lewati ke konten utama
depati.com
★★★★★ Official app
Iklan
Iklan

Kabut Asap Tebal Selimuti Palembang, Berasal dari Karhutla di OKI

Share:

PALEMBANG — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menyebabkan kabut asap pekat menyelimuti Kota Palembang. Kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah bahkan tercatat berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Kondisi tersebut terpantau di Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, mengatakan karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah OKI. Asap dari kebakaran tersebut kemudian terbawa angin dan menyebar ke wilayah lain, termasuk Palembang.

“Iya (kabut asap di Palembang), karena hujan yang terjadi beberapa hari ini tidak menjangkau wilayah hotspot di OKI,” ujar Wandayantolis, Jumat (25/9/2026).

Karhutla Terjadi di Sejumlah Wilayah OKI

Berdasarkan laporan BPBD Sumatera Selatan, sejumlah wilayah di OKI masih mengalami karhutla pada Kamis (24/9). Upaya pemadaman dilakukan menggunakan helikopter water bombing di beberapa lokasi, yakni Cengal, Sungai Menang, Tulung Selapan, Sungai Bungin, dan Pangkalan Lampam.

Wandayantolis menjelaskan, asap dari karhutla di wilayah OKI bergerak ke arah barat laut. Pergerakan tersebut dipengaruhi kondisi angin yang mencapai kecepatan 21 knot.

“Terdata pagi tadi angin dari wilayah OKI mengarah ke barat laut dengan kecepatan 21 knot,” katanya.

Empat Helikopter Dikerahkan

Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, sebelumnya mengatakan pihaknya mengerahkan empat helikopter water bombing untuk membantu pemadaman karhutla di wilayah OKI.

Di Sungai Menang, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 10 hektare. Pemadaman dilakukan sebanyak 14 kali water bombing dan sekitar 4 hektare lahan berhasil dipadamkan.

Sementara di Cengal, karhutla melanda lahan seluas sekitar 8 hektare. Pemadaman dilakukan sebanyak 12 kali water bombing dengan luas lahan yang berhasil dipadamkan mencapai 4 hektare.

Di Tulung Selapan, lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 10 hektare. Sebanyak 13 kali water bombing dilakukan dan sekitar 5 hektare lahan berhasil dipadamkan.

Sungai Bungin Jadi Lokasi Terparah

Karhutla dengan luasan yang cukup besar terjadi di wilayah Sungai Bungin. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 10 hektare.

Upaya pemadaman di lokasi tersebut dilakukan sebanyak 66 kali water bombing. Dari luas lahan yang terbakar, sekitar 5 hektare telah dilakukan penyiraman.

Sementara di Pangkalan Lampam, karhutla diperkirakan melanda lahan seluas 8 hektare. Pemadaman dilakukan sebanyak 34 kali water bombing dan sekitar 4 hektare lahan berhasil dipadamkan.

“Hingga akhir pemadaman kemarin sore, kondisinya masih berasap,” kata Sudirman.

Sumber: depati.com
Share:

Rekomendasi Untukmu Rekomendasi Untukmu