Adakah Gerakan Pangan Murah Menjadi Benteng Harga Menjelang Ramadan dan Imlek?

*ilustrasi

PANGKALPINANG – Maka pada suatu hari yang cerah di halaman Kantor Kecamatan Gabek, Rabu (11/2/2026), Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang mengadakan Gerakan Pangan Murah (GPM), suatu ikhtiar yang diperbuat demi kebajikan rakyat sekalian.

Sejak mentari meninggi, ratusan warga telah berhimpun memadati tempat kegiatan, masing-masing dengan harap hendak memperoleh barang keperluan pokok pada harga yang lebih berpatutan dan tiada memberatkan.

Adapun Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin menyatakan bahwa GPM itu dilaksanakan sebagai langkah nyata pemerintah daerah dalam mengawal serta mengendalikan harga bahan pokok menjelang Ramadan, serta sesudah perayaan Imlek berlalu.

“Ini kita lakukan dalam rangka pengendalian harga bahan pokok, apalagi menjelang Ramadan dan setelah Imlek. Pemerintah kota hadir agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan dengan harga lebih ringan,” ujarnya usai memantau stand jualan.

Ribuan Ekstasi Disita di Pangkalpinang, Apa yang Terjadi di Kontrakan Gang Kapuk?

Menurut penuturan Wali Kota, hingga saat ini harga bahan pokok di pasar masih dalam keadaan relatif terkendali. Pemerintah Kota Pangkalpinang pun tiadalah lalai, senantiasa memantau arus distribusi serta ketersediaan stok, baik ke pasar mahupun kepada para distributor.

“Kalau kita lihat, harga-harga di pasar masih terkendali. Informasi yang kita terima, stok juga aman. Untuk gas di Pangkalpinang sendiri juga sudah mulai normal,” jelasnya.

Perihal Dagangan dan Riuh Pasar Rakyat

Dalam Gerakan Pangan Murah tersebut, pelbagai komoditas dijajakan dengan harga di bawah pasaran. Antaranya beras Bulog, telur ayam, bawang merah, bawang putih, tomat, aneka sayuran, buah-buahan, hinggalah kepada produk UMKM tempatan yang turut mengambil bahagian.

Tatkala dipantau di lapangan, kelihatan warga begitu antusias berbelanja. Beberapa lapak diserbu pembeli, khususnya pada komoditas sayuran dan beras. Suasana kian meriah dengan senda tawar-menawar yang ringan antara pedagang dan warga, seolah-olah menghidupkan kembali denyut nadi pasar rakyat yang akrab dan bersahaja.

AIPDA AL HUZAIRI di Garda Terdepan Membalong, Siapkah Sekolah Bangkit Lawan Perundungan dan Narkoba?

Salah seorang warga, Sri, mengaku amat terbantu dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini. Katanya, selisih harga yang ditawarkan nyata terasa berbanding harga di pasar.

“Alhamdulillah sangat terbantu. Selisih harganya lumayan. Wortel biasanya di pasar bisa Rp20 ribuan per kilo, di sini cuma Rp14 ribuan. Bawang yang biasanya Rp40 ribuan, di sini sekitar Rp32 ribuan,” ujarnya.

Sri pun menaruh harap agar kegiatan seumpama ini dapat terus diadakan secara berkala, terlebih menjelang hari-hari besar keagamaan.

“Kalau bisa sering-sering diadakan, apalagi mau Ramadan. Ini jelas meringankan beban masyarakat,” pungkasnya. (Wak)

PT TIMAH Tbk Sulap Kundur Park Jadi Primadona Rekreasi, Benarkah Warga Rela Tempuh 14 KM?

× Advertisement
× Advertisement