Lewati ke konten utama
depati.com
★★★★★ Official app
Iklan
Iklan

Ekonomi Belitung Timur Masih Bergantung Timah, Pelaku UMKM: Kalau Timah Goyang, Terasa Benar

Share:

BELITUNG TIMUR – Aktivitas pertambangan timah masih menjadi salah satu penggerak penting perekonomian masyarakat Kabupaten Belitung Timur. Ketika aktivitas timah bergairah dan masyarakat memperoleh penghasilan, dampaknya ikut mengalir ke pasar, warung kopi, pelaku UMKM hingga berbagai sektor jasa.

Kondisi tersebut disampaikan Endang Purwono, pelaku UMKM asal Kampung Baru yang juga aktif dalam pengembangan komunitas ekonomi kreatif. Ia menilai pergerakan sektor timah memiliki efek langsung terhadap daya beli dan perputaran uang di tengah masyarakat.

Dalam beberapa hari terakhir, Endang melihat aktivitas ekonomi di sejumlah titik masih cenderung sepi. Kondisi itu terlihat dari aktivitas pasar hingga warung-warung kopi yang biasanya ramai menjadi tempat masyarakat beraktivitas.

“Dari pasar, kegiatan aktivitas di pasar sepi. Di warung-warung kopi juga sepi. Saya sempat ngobrol dengan teman yang punya warung kopi, omzetnya jauh turun. Malam hari yang seharusnya orang santai dan ngopi, sekarang sepi,” ujarnya.

Timah Bergerak, UMKM Ikut Tumbuh

Menurut Endang, keterkaitan antara aktivitas timah dan ekonomi masyarakat Belitung Timur masih sangat kuat. Ketika pendapatan masyarakat dari sektor timah meningkat, uang tersebut kemudian berputar ke berbagai sektor ekonomi lokal.

Masyarakat kembali berbelanja di pasar, menikmati kuliner di warung, membeli produk UMKM, menggunakan jasa hingga melakukan perjalanan ke daerah lain. Perputaran tersebut menciptakan efek berantai yang dirasakan banyak pelaku usaha.

“Memang terasa. Kalau timahnya harganya lebih bagus, masyarakat punya uang lebih, pasar pasti ramai. Mereka juga punya uang lebih untuk jalan-jalan atau belanja produk UMKM,” katanya.

Endang menggambarkan kuatnya pengaruh sektor tersebut terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dengan menyebut kondisi Belitung Timur masih sulit dilepaskan dari timah.

“Kalau timah goyang, kelihatan benar. Belitung Timur memang masih belum bisa move on dari timah,” ujarnya.

PT TIMAH Dinilai Punya Peran Strategis

Dalam kondisi tersebut, Endang menilai keberadaan PT TIMAH memiliki posisi strategis, terutama dalam membangun tata kelola pertambangan dan perdagangan timah yang memberikan kepastian bagi masyarakat.

Ia berharap masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertambangan mendapatkan akses penjualan yang semakin mudah, kepastian harga serta pemahaman yang jelas mengenai mekanisme yang sesuai dengan ketentuan.

Menurutnya, peningkatan jumlah mitra pembelian juga penting agar masyarakat memiliki akses yang lebih luas dan tidak mengalami antrean panjang ketika menjual hasil tambang.

“Yang pertama masalah harga. Yang kedua perbanyak mitranya agar masyarakat tidak merasa kebingungan harus menjual ke mana. Kalau hanya belasan mitra, saya rasa belum cukup untuk meng-cover mereka. Sampai harus antre berjam-jam,” ujarnya.

Endang menilai penguatan mekanisme pembelian yang terarah dapat memberikan dampak lebih luas. Selain memberi kepastian bagi masyarakat yang bekerja di sektor pertambangan, perputaran pendapatan juga akan kembali menggerakkan UMKM dan sektor ekonomi lainnya di Belitung Timur.

Dorong PT TIMAH Perkuat Komunikasi dengan Masyarakat

Endang juga mendorong PT TIMAH untuk terus memperkuat komunikasi dan sosialisasi langsung kepada masyarakat mengenai tata kelola pertambangan maupun mekanisme perdagangan timah.

Menurutnya, pendekatan langsung penting agar masyarakat memahami aturan sekaligus mendapatkan kepastian mengenai aktivitas pertambangan yang dapat dilakukan sesuai ketentuan.

“Harus ada kepastian hukum. Masyarakat yang menambang merasa dilindungi dan dirangkul lebih dekat, disosialisasikan. PT TIMAH jangan takut turun ke masyarakat. Kalau merasa benar, jangan takut. Turun dan lebih dekatlah dengan masyarakat,” katanya.

Ia menilai semakin terbuka komunikasi antara PT TIMAH, pemerintah dan masyarakat, semakin besar pula peluang membangun tata kelola timah yang dapat diterima berbagai pihak.

Bagi Endang, keberadaan industri timah di Belitung Timur tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pertambangan. Dampaknya menjalar hingga kehidupan ekonomi masyarakat sehari-hari.

Ketika aktivitas timah bergerak, pendapatan masyarakat ikut berputar ke pasar, warung kopi, pelaku UMKM hingga sektor jasa. Karena itu, penguatan tata kelola, perluasan akses penjualan dan komunikasi yang intensif dengan masyarakat dinilai menjadi bagian penting untuk menjaga agar manfaat ekonomi timah dapat dirasakan lebih luas.

Sumber: depati.com
Share:

Berita Lainnya

COBA UKURAN GAMBAG PNG DENGAN MB BESAR

Rekomendasi Untukmu Rekomendasi Untukmu