Lewati ke konten utama
depati.com
★★★★★ Official app
Iklan
Iklan

Mahasiswa KKN Dorong Digitalisasi Wisata Gunung Maras, Retribusi Jadi Lebih Modern

Share:

BANGKA – Potensi wisata Gunung Maras tak cukup hanya mengandalkan keindahan alam. Cara mengelolanya juga perlu mengikuti perkembangan zaman, termasuk memanfaatkan teknologi digital untuk pelayanan wisata hingga pengelolaan retribusi.

Gagasan itu dibawa mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Terintegrasi KKN di Desa Berbura, Kabupaten Bangka, Jumat (14/8/2026).

Berada di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Maras, Desa Berbura memiliki posisi yang cukup strategis dalam pengembangan potensi wisata. Mahasiswa pun melihat peluang teknologi digital bisa dimanfaatkan untuk membuat pengelolaan wisata lebih praktis, tertata, dan mudah dijangkau wisatawan.

Gunung Maras Didorong Makin Digital

Melalui kegiatan bertema “Optimalisasi Retribusi dan Digitalisasi Pariwisata Taman Nasional Gunung Maras”, mahasiswa mencoba membawa pendekatan baru dalam melihat potensi wisata di kawasan tersebut.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyampaian informasi kepada wisatawan. Teknologi digital membuka peluang agar informasi mengenai destinasi dan berbagai potensi wisata di sekitar Gunung Maras bisa diakses dengan lebih mudah.

Digitalisasi juga dapat dikembangkan untuk mendukung pelayanan wisata. Dengan pengelolaan yang semakin modern, potensi alam yang dimiliki kawasan Gunung Maras diharapkan tidak hanya dikenal lebih luas, tetapi juga dikelola dengan lebih baik.

Retribusi Juga Perlu Berbenah

Bukan hanya soal promosi dan informasi wisata. Sistem retribusi turut menjadi bagian yang disorot.

Pengelolaan retribusi yang baik menjadi salah satu bagian penting dalam membangun destinasi wisata yang tertata. Administrasi yang jelas dan transparan juga dapat mendukung keberlanjutan pengelolaan kawasan wisata.

Di sinilah teknologi dinilai bisa mengambil peran. Digitalisasi membuka peluang pengelolaan retribusi dilakukan dengan sistem yang lebih modern dan tertib dibandingkan pola konvensional.

Pada akhirnya, pembenahan tersebut diharapkan dapat ikut mendukung pengembangan destinasi sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar kawasan.

Mahasiswa Bawa Gagasan dari Desa Berbura

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa KKN tak harus berhenti pada program-program seremonial. Mahasiswa dapat ikut membaca potensi desa dan membawa gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam kegiatan PkM Terintegrasi KKN di Desa Berbura tersebut, Arvi Pramudya dan Lendra Dika Kurniawan turut terlibat dalam upaya mendorong optimalisasi retribusi dan digitalisasi pariwisata Gunung Maras.

Gagasan yang dibawa memang menjadi langkah awal. Namun, pemanfaatan teknologi dapat membuka ruang lebih besar bagi pengembangan wisata Gunung Maras ke depan.

Kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat dan pihak terkait menjadi bagian penting agar potensi tersebut tidak berhenti sebagai wacana. Jika dikembangkan secara konsisten, digitalisasi dapat menjadi salah satu jalan untuk membawa pengelolaan wisata Gunung Maras semakin modern, tertata dan berkelanjutan.

Sumber: depati.com
Share:

Rekomendasi Untukmu Rekomendasi Untukmu