Lewati ke konten utama
depati.com App
★★★★★ GRATIS

Wali Kota Pangkalpinang Resmi Luncurkan PKP SMART, Warga Kini Bisa Akses Beragam Layanan Pemerintah Lewat Satu Aplikasi

Share:

PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang resmi meluncurkan Super Apps PKP SMART sebagai bagian dari langkah mempercepat transformasi digital dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Kehadiran aplikasi ini diarahkan untuk menghimpun beragam layanan pemerintahan ke dalam satu wadah, sehingga masyarakat dapat menjangkaunya dengan lebih mudah melalui satu aplikasi.

Peluncuran PKP SMART berlangsung di Grand Safran Hotel Pangkalpinang, Jumat (11/9/2026) malam. Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani bersama jajaran Pemerintah Kota Pangkalpinang.

Melalui aplikasi ini, Pemkot Pangkalpinang mulai menata pelayanan pemerintahan menuju sistem yang lebih terpadu. Berbagai layanan yang sebelumnya berjalan melalui jalur masing-masing secara bertahap diarahkan agar dapat diakses masyarakat melalui satu pintu digital.

Langkah Baru Menuju Pelayanan yang Lebih Cepat

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani memberikan apresiasi atas hadirnya PKP SMART. Menurutnya, aplikasi tersebut menjadi langkah positif untuk mempercepat sekaligus mempermudah pelayanan publik yang selama ini masih banyak dilakukan secara manual.

“Selamat kepada Pak Wali Kota sudah membawa produk baru, sistem yang artinya untuk mempermudah pelayanan terpadu. Yang selama ini mungkin agak lama, sekarang kita agak cepat melalui kerja sama m-banking, QRIS, apa semuanya,” ujar Hidayat.

Menurut Hidayat, salah satu kemudahan yang ditawarkan PKP SMART ialah terbukanya akses pelayanan bagi masyarakat tanpa harus selalu mendatangi kantor pelayanan secara langsung.

Berbagai keperluan nantinya diharapkan dapat dijangkau dari rumah. Dengan cara demikian, pelayanan pemerintahan dapat menjadi lebih dekat, sementara masyarakat memperoleh kemudahan dalam mengakses kebutuhan pelayanan yang tersedia.

Namun demikian, Hidayat mengingatkan bahwa peluncuran sistem digital tersebut tidak semestinya berhenti hanya pada pembangunan aplikasi. Menurutnya, kehadiran teknologi harus pula dibarengi dengan penyampaian informasi yang luas kepada masyarakat agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan.

Sosialisasi Menjadi Bagian Penting

Hidayat memandang sosialisasi sebagai salah satu bagian penting dalam pelaksanaan PKP SMART. Sebab, sebuah aplikasi pelayanan tidak akan mencapai tujuan sepenuhnya apabila masyarakat belum mengetahui cara maupun manfaat penggunaannya.

Ia meminta Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pangkalpinang melakukan sosialisasi secara luas. Penyampaian informasi tersebut juga diharapkan menjangkau masyarakat yang berada jauh dari pusat kota.

“Kominfo, tugas Anda bukan hanya menciptakan ini saja, tapi tugas Anda mensosialisasi kepada seluruh masyarakat,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi perhatian agar perkembangan pelayanan berbasis digital dapat berjalan beriringan dengan pemahaman masyarakat sebagai pengguna layanan.

Dengan sosialisasi yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat, keberadaan PKP SMART diharapkan tidak sekadar menjadi sistem yang tersedia, melainkan dapat benar-benar digunakan dalam memenuhi kebutuhan pelayanan sehari-hari.

Sistem Cadangan dan Kesiapan SDM Perlu Dijaga

Selain menekankan pentingnya sosialisasi, Hidayat turut mengingatkan perlunya menyiapkan sistem cadangan apabila sewaktu-waktu terjadi gangguan pada layanan digital maupun jaringan.

Menurutnya, pelayanan secara manual tetap perlu dipikirkan sebagai pilihan alternatif. Langkah tersebut diperlukan agar masyarakat tidak kehilangan akses pelayanan apabila sistem digital mengalami kendala dalam pelaksanaannya.

Perhatian lainnya ditujukan kepada kesiapan sumber daya manusia atau SDM. Hidayat menilai transformasi digital tidak semata-mata bergantung kepada kecanggihan teknologi yang dibangun, tetapi juga kepada aparatur dan masyarakat yang menggunakannya.

“SDM itu bukan hanya dari IT-nya, tapi juga dari manusianya. Jangan sampai IT sudah dibuat bagus, tapi masih bayar manual juga,” katanya.

Kesiapan sumber daya manusia, dengan demikian, menjadi salah satu unsur yang turut menentukan keberhasilan penerapan sistem pelayanan digital tersebut.

Teknologi yang telah dibangun perlu berjalan seiring dengan kemampuan pengguna, baik dari sisi aparatur pemerintahan maupun masyarakat yang memanfaatkan pelayanan.

Pangkalpinang Menjadi Bahan Evaluasi

Hidayat menyebutkan, penerapan PKP SMART di Pangkalpinang akan menjadi bahan evaluasi sebelum sistem serupa diterapkan di daerah lain di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pelaksanaannya akan dipantau selama beberapa bulan. Pemantauan tersebut dilakukan untuk melihat berbagai kendala yang mungkin muncul selama sistem digunakan dalam pelayanan kepada masyarakat.

Dari perjalanan penerapan itulah, berbagai hal dapat dilihat dan menjadi pertimbangan bagi pengembangan pelayanan digital di daerah lainnya.

“Kalau ini baik, bagus, otomatis yang lain harus mengikuti, khususnya enam kabupaten dan satu kota di Provinsi Bangka Belitung, termasuk provinsi juga,” ujarnya.

Dengan demikian, perjalanan PKP SMART di Kota Pangkalpinang tidak hanya menjadi bagian dari pengembangan pelayanan di tingkat kota, melainkan juga akan menjadi perhatian dalam melihat kemungkinan penerapan sistem serupa di wilayah lain.

Pemkot Ingin Pelayanan Cepat, Transparan dan Efisien

Sementara itu, Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin mengatakan kehadiran PKP SMART merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan efisien.

Ia berharap Super Apps tersebut dapat membantu memangkas birokrasi sekaligus memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengakses berbagai layanan pemerintahan melalui satu genggaman.

“Kehadiran PKP SMART ini adalah bentuk komitmen kita untuk memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan efisien,” kata Saparudin.

Menurutnya, seluruh layanan publik di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang diharapkan dapat terintegrasi dengan baik.

Integrasi tersebut diarahkan agar manfaat digitalisasi pelayanan pemerintahan dapat dirasakan masyarakat secara langsung, seiring dengan semakin terbukanya akses terhadap berbagai pelayanan yang disediakan pemerintah kota.

Saparudin juga meminta seluruh instansi di lingkungan Pemkot Pangkalpinang untuk turut mengawal pemanfaatan PKP SMART.

Mulai dari tingkat dinas hingga kecamatan dan kelurahan, seluruh unsur pemerintahan diharapkan mengambil bagian agar penggunaan aplikasi dapat berjalan secara optimal dan kualitas pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga secara konsisten.

Tiga Fitur Telah Tersedia

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pangkalpinang Dedy Ristrianto menjelaskan, pengembangan PKP SMART dilakukan secara bertahap sesuai dengan arahan Wali Kota Pangkalpinang.

Pada tahap sekarang, aplikasi tersebut telah memiliki tiga fitur utama. Ketiganya meliputi kanal berita, layanan pajak online, serta e-parking.

Sementara itu, berbagai layanan lainnya masih berada dalam tahap pengembangan dan akan dimasukkan secara bertahap ke dalam Super Apps tersebut.

“Target pertama kan super app-nya dulu, lalu baru masuk ke jenis-jenis layanan yang lainnya,” jelas Dedy.

Tahapan tersebut dilakukan dengan terlebih dahulu membangun wadah utama berupa Super Apps, sebelum berbagai jenis pelayanan lainnya dimasukkan dan dihubungkan ke dalam sistem.

Dengan pola pengembangan secara bertahap, PKP SMART diarahkan menjadi tempat berhimpunnya berbagai kebutuhan pelayanan pemerintahan yang dapat diakses masyarakat melalui satu aplikasi.

Dikembangkan Mandiri oleh Diskominfo

Hal lain yang menjadi bagian dari pengembangan PKP SMART ialah pengerjaannya yang dilakukan secara mandiri oleh jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pangkalpinang.

Pengembangan aplikasi tersebut tidak menggunakan jasa pengembang aplikasi dari pihak luar.

Dalam proses pengerjaannya, terdapat lima programmer yang menjadi bagian dari tim utama. Mereka turut mendapat dukungan dari tim teknis lainnya di lingkungan Diskominfo Kota Pangkalpinang.

Selain itu, seluruh unit kerja terkait juga dilibatkan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari proses membangun sistem yang nantinya menaungi berbagai bentuk pelayanan pemerintah kota.

Dedy menambahkan bahwa pemeliharaan, perawatan, hingga pengembangan PKP SMART pada masa mendatang telah menjadi bagian dari program serta pekerjaan rutin Diskominfo.

Dengan demikian, pekerjaan tersebut tidak dibebankan sebagai biaya khusus di luar kegiatan dinas.

“Maintenance, perawatan, pengembangan, itu bagian dari tugas-tugas keseharian kita,” ujarnya.

Berbagai Aplikasi Akan Dihimpun dalam Satu Wadah

Pengembangan PKP SMART tidak berhenti pada penyediaan fitur pelayanan baru. Ke depan, Super Apps tersebut juga akan diarahkan menjadi wadah integrasi bagi berbagai aplikasi yang sebelumnya telah dimiliki organisasi perangkat daerah atau OPD di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang.

Dengan pengintegrasian tersebut, berbagai aplikasi yang selama ini berdiri sendiri akan dihimpun dalam satu wadah agar akses pelayanan dapat menjadi lebih sederhana bagi masyarakat.

Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemkot Pangkalpinang menata pelayanan digital agar berbagai kebutuhan masyarakat tidak tersebar pada banyak jalur yang berbeda.

“Semua akan kita integrasikan di super app ini untuk memudahkan pelayanan ke depannya,” pungkas Dedy.

Sumber: depati.com
Share:

Rekomendasi Untukmu Rekomendasi Untukmu

Indeks Berita Indeks Berita