PANGKALPINANG – Maka pada hari Ahad (15/2), berhimpunlah sekalian insan otomotif di Kota Pangkalpinang tatkala Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) tahun 2026. Pertemuan yang datang setahun sekali itu menjadi sendi dan pasak bagi penyusunan kalender event serta merapikan segala regulasi otomotif untuk satu tahun mendatang, agar perjalanan roda organisasi tiadalah pincang dan arah tuju tetap sejalan.
Dalam balairung musyawarah itu hadir para pemangku kepentingan, yakni perwakilan KONI Babel, Dispora Babel, Dir Intel Polda Babel, Dir Lantas Polda Babel, serta Wali Kota Pangkalpinang. Kehadiran mereka seakan menjadi isyarat terang bahwa dunia otomotif bukanlah sekadar gemuruh mesin dan derap ban di lintasan, melainkan turut memikul tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban, bahkan menjadi bahagian daripada ikhtiar membangun daerah dengan tertib dan bermartabat.
Rakerprov yang digelar selepas Rakernas IMI Pusat itu berlangsung dua hari lamanya, sejak 14 hingga 15 Februari 2026, dalam suasana yang khidmat, tertib, dan sarat mufakat.

Menata Agenda, Menguatkan Langkah
Adapun perbincangan utama tertuju pada Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis), tempat dihimpun suara dan pandangan para pelaku otomotif di Babel demi meningkatkan mutu event lokal. Pada saat yang sama, ditetapkanlah kalender event 2026 serta diperkukuh Tata Tertib (Tatib) organisasi sebagai pedoman pelaksanaan, termasuk regulasi teknis terbaru untuk Sporting Race (kelas tambahan) baik pada aras nasional maupun lokal, supaya setiap gelanggang yang digelar berdiri di atas aturan yang jelas dan berwibawa.
Ketua Pengprov IMI Babel yang juga menjabat sebagai Ketua PSI Kota Pangkalpinang, Adhy Sarphio, S.H., menegaskan bahwa tema Rakerprov kali ini adalah “Tenaga Baru untuk Kemajuan Babel”. Menurutnya, setiap perhelatan otomotif membawa dampak berantai yang signifikan bagi sektor ekonomi.
“Event otomotif adalah perpaduan olahraga dan wisata (sport tourism). Di dalamnya terlibat pelaku UMKM serta sektor ekonomi kreatif. Kami terus menguatkan semangat klub dan promotor agar berinovasi demi kontribusi nyata pada ekonomi kerakyatan,” ujar Adhy Sarphio.
Kata-kata itu menggambarkan bahwa setiap deru mesin yang berpacu bukan semata perlombaan, melainkan denyut nadi ekonomi yang bergerak, menghidupkan usaha kecil dan menguatkan sendi ekonomi kreatif di Negeri Serumpun Sebalai.

Otomotif dan Dampaknya bagi Daerah
Lebih lanjut, Adhy menyampaikan kebanggaannya atas posisi IMI sebagai cabang olahraga di bawah KONI yang paling aktif menggelar kegiatan. Aktivitas tersebut, katanya, berpengaruh langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Klub-klub event yang bernaung di bawah IMI Babel turut hadir dalam Rakerprov ini untuk memperdalam pemahaman mengenai aturan baru dan regulasi teknis 2026. Ikhtiar itu dimaksudkan agar setiap balapan yang terselenggara di Bumi Serumpun Sebalai berjalan dengan standar keselamatan yang tinggi serta profesionalisme yang kukuh, tiadalah tercela oleh kelalaian ataupun kekurangan aturan.
“Harapan kami, IMI selalu konsisten berkontribusi bagi kemajuan Bangka Belitung melalui jalur otomotif,” tutupnya. (Wak)

