Bangka Tengah – Adapun khabar perihal Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027, kini kian menjadi buah tutur di kalangan orangtua sekalian. Sekolah negeri dijadwalkan membuka pendaftaran pada bulan Mei hingga Juni 2026, sementara sekolah swasta telah terlebih dahulu menjemput calon siswa sejak akhir tahun 2025.
Maka tersebutlah Sekolah Menengah Kejuruan Penerbangan Angkasa Nasional Pangkalpinang, yang beralamat di Jalan Sokarno-Hatta, di sisi bandara lama Depati Amir, Kabupaten Bangka Tengah. Pada mula berdirinya, sekolah ini bertempat di Kelurahan Tamberan, Air Hitam, Pangkal Pinang. Kini SPAN telah menerima pendaftar dari pelbagai daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, seraya tetap membuka pintu pendaftaran sambil menjalankan seleksi kesehatan dan fisik bagi calon siswa.
Asal Usul dan Maksud Penubuhan
Adapun SPAN, yang merupakan kepanjangan dari Sekolah Penerbangan Angkasa Nasional, ialah salah satu sekolah vokasi swasta di Provinsi Bangka Belitung, bahkan menjadi satu-satunya SMK yang mengkhususkan diri di bidang teknik penerbangan. Sekolah ini dirintis oleh Yayasan Pengembangan Pembangunan Nasional (YPPN) yang berdiri pada tahun 2001, sementara SPAN Pangkalpinang mulai beroperasi pada tahun 2020. Demikian dikatakan oleh Ibu Adriani, S.ST, S.Pd.i, M.M. ketua Yayasan SPAN yang kami hubungi lewat telephone.
Selain di Pangkalpinang, SPAN juga hadir di kota Padang dan Medan, sebagai tanda ikhtiar mencetak generasi yang terampil di bidang penerbangan. Tujuan penubuhannya tiadalah lain, melainkan untuk melahirkan lulusan yang siap menghadapi luasnya peluang kerja di masa hadapan, sekaligus membantu pemerintah dan masyarakat dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang penerbangan.
Harapan Orangtua dan Suasana Hari Seleksi
Tatkala hari Selasa, 31 Maret 2026 menjelang pukul 10.00 WIB, suasana di gerbang SPAN Pangkalpinang tampak hidup dan teratur. Belasan kendaraan roda empat berderet rapi di halaman parkir, menandakan ramainya para orangtua yang mengiringi putra-putri mereka.
Seorang wanita muda berdiri di hadapan pintu masuk, menyambut dengan senyum manis. “Ya.” katanya, seolah memahami maksud hati yang datang. “Hari ini kami sedang melakukan proses seleksi peserta didik baru, para orang tua ikut menemani putra-putrinya ke sekolah.”
“Hari ini ada dua tahapan seleksi yaitu, tes fisik dan Kesehatan.” lanjutnya, seraya memperkenalkan diri sebagai Kepala Sekolah SPAN Pangkalpinang, Delia Anggraini, S.Pd.
Di antara sekalian orangtua, tampak pula ibu Faulia dari Kace yang sedang menemani anaknya mendaftar. Ia mengaku telah lama mencari sekolah dengan keahlian khusus di bidang permesinan serta didikan militer. “Anak saya ini masih kecil suka sekali mainan pesawat, suka dengan mesin mesin, ketika saya tawarkan sekolah disini, dia langsung tertarik.” Kata ibu ini bersemangat. Ia pun menimbang sifat anaknya yang ekspresif, lalu menetapkan hati memilih pendidikan di SPAN yang bernafaskan semi-militer.
Perkembangan dan Capaian Sekolah
Menurut penuturan Kepala Sekolah, SPAN Pangkalpinang telah berjalan selama enam tahun dengan tiga angkatan alumni berjumlah total 19 orang. “Sekolah telah berjalan selama enam tahun dengan tiga angkatan alumni berjumlah total 19 orang” kata beliau.
“Pada tahun ajaran 2026/2027, kami telah menerima pendaftaran ulang peserta didik sebanyak 16 orang dari kapasitas tersedia 20 orang” lanjutnya dengan penuh rasa syukur.
Sebagian alumni telah melanjutkan pendidikan ke universitas dan politeknik di bidang kedirgantaraan, sementara yang lain diterima sebagai TNI Angkatan Darat, dan ada pula yang berhasil masuk ke sekolah kedinasan.
Keunggulan, Bidang Ilmu, dan Tenaga Pengajar
Tatkala ditanya perihal kelebihan dibandingkan SMK lain di Bangka Belitung, Bu Delia menjelaskan bahwa SPAN mengamalkan kurikulum semi-militer, sebagai bekal membentuk fisik dan disiplin siswa untuk menempuh jalan karier di TNI maupun Polri. Dalam menunjang hal itu, program magang dijalankan secara berkala dengan mengirimkan taruna/i ke Bengkel Pusat Penerbangan Angkatan Darat (BENGPUSPENERBAD) di Semarang serta di Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

Adapun jurusan yang tersedia kini ada dua, yakni Electrical Avionics dan Airframe Powerplant. Bidang Avionics mempelajari sistem elektronik pada pesawat terbang, helikopter, satelit, serta wahana antariksa, meliputi navigasi, komunikasi, kendali penerbangan, tampilan kokpit hingga radar cuaca. Sementara Airframe Powerplant menekuni perawatan dan pemeliharaan pesawat, mencakup mesin, struktur, serta sistem pesawat.
Mengenai tenaga pengajar, para taruna diwajibkan mengikuti praktik kerja lapangan selama tiga bulan di antaranya di PT. Dirgantara Indonesia (PTDI) di Bandung atau Batam Aero Technic (BAT) di Bandara Hang Nadim, Batam, sebagai bekal memasuki dunia kerja kedirgantaraan.
“Kami mempunyai tenaga pengajar yang berpengalaman di bidang teknik pesawat terbang, beberapa pengajar kami berlisensi dan berpengalaman bekerja di maskapai penerbangan, seperti di Lion Air, Sriwijaya Air dan di PT Dirgantara Indonesia. Ada dua pengajar kami yang diperbantukan dari Lion Air untuk mempertajam skill teknik taruna taruni kami disini”. Kata Ibu kepala sekolah ini
Asrama dan Pembentukan Jiwa Taruna
- Pada akhir wawancara, dijelaskan bahwa setiap taruna dan taruni angkatan baru diwajibkan berdiam di asrama. Di sanalah mereka ditempa dalam disiplin semi militer, guna menumbuhkan jiwa korsa dan kekuatan mental. Di samping itu, kegiatan keagamaan dilaksanakan secara rutin, menjadi penyeimbang antara ilmu dan budi pekerti dalam perjalanan mereka menuntut ilmu (Wak)

