Lewati ke konten
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Bangka Belitung Tak Masuk Daftar Rob September, Warga Pesisir Tetap Diminta Waspada

PANGKALPINANG – Kepulauan Bangka Belitung memang tidak tercantum dalam daftar wilayah yang disebut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berpotensi mengalami banjir rob pada September 2026. Namun, masyarakat pesisir Babel tetap perlu meningkatkan kewaspadaan karena wilayah ini memiliki riwayat cukup panjang terdampak pasang air laut.

BMKG sebelumnya mengingatkan potensi banjir pesisir di sejumlah daerah Indonesia akibat fase Perigee pada 7 September dan Bulan Baru pada 11 September 2026. Fenomena astronomi tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut maksimum.

Meski Bangka Belitung tidak masuk daftar peringatan September kali ini, BMKG pernah mencatat potensi rob di wilayah Babel. Pada 2025, pesisir Pangkalpinang, Mentok dan pesisir timur Belitung pernah masuk pemantauan, sementara pada Mei 2026 potensi serupa kembali tercatat di pesisir Bangka dan Belitung.

Pangkalpinang Punya Riwayat Rob

Banjir rob bukan fenomena baru di Bangka Belitung. Pada Januari 2021, air laut pernah merendam sejumlah kawasan di Pangkalpinang dengan ketinggian sekitar 15 hingga 40 sentimeter.

Wilayah yang terdampak saat itu antara lain Kampung Pelangi Pasir Putih, Kampung Seberang, Gedung Nasional, Rejosari, Opas Indah hingga kawasan Pantai Pasir Padi.

Kejadian serupa kembali tercatat pada Januari 2023. Selain Pangkalpinang, banjir rob juga pernah terjadi di Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka, Belitung dan Belitung Timur. Beberapa kawasan yang pernah terdampak antara lain Koba, Pangkalan Baru, Sungailiat, Tanjung Pendam dan Manggar.

Ratusan Warga Pernah Terdampak

Pada Desember 2025, BPBD Kabupaten Bangka mencatat lebih dari 150 rumah di Lingkungan Air Hanyut, Sungailiat, terdampak rob. Air bahkan masuk ke sebagian rumah dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter.

Di Kabupaten Belitung, BPBD mencatat sebanyak 346 warga terdampak banjir rob sepanjang 2025, termasuk warga di kawasan Tanjungpendam dan sekitarnya. Pangkalpinang juga kembali mengalami dampak rob pada akhir 2025, khususnya di Pasir Putih dan Gedung Nasional.

Warga Pesisir Babel Tetap Perlu Waspada

Banjir rob terjadi ketika air laut pasang menggenangi daratan rendah di sekitar kawasan pesisir. Dampaknya dapat semakin parah apabila pasang laut bertepatan dengan hujan deras, gelombang tinggi atau kondisi cuaca tertentu.

Dengan adanya fase Perigee dan Bulan Baru pada September 2026, masyarakat pesisir Bangka Belitung tetap perlu memantau informasi pasang surut serta peringatan dini dari BMKG dan BPBD setempat, meskipun Babel tidak masuk dalam daftar wilayah peringatan rob kali ini.