Lewati ke konten
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Korban Gempa M7,7 NTT Bertambah Jadi 53 Orang, Gempa Susulan Tembus 995 Kali

NTT – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi Magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus bertambah. Hingga Minggu (16/8/2026) sore, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 53 orang meninggal dunia.

Data tersebut merupakan pembaruan dari laporan sebelumnya yang mencatat 47 korban meninggal. Proses pencarian, pertolongan serta pendataan masyarakat terdampak hingga kini masih dilakukan petugas gabungan.

Berdasarkan data sementara BNPB, korban meninggal tersebar di enam kabupaten. Manggarai menjadi wilayah dengan korban terbanyak mencapai 25 orang, disusul Manggarai Timur 20 orang, Sikka empat orang, Ende dua orang, serta Manggarai Barat dan Nagekeo masing-masing satu orang.

Selain korban meninggal, lebih dari seratus warga mengalami luka dan masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan maupun fasilitas kesehatan darurat di wilayah terdampak.

Ribuan Warga Mengungsi

Dampak gempa juga membuat ribuan masyarakat harus meninggalkan tempat tinggalnya. Hingga Minggu, sebanyak 5.488 warga tercatat mengungsi secara terpusat, sementara 171 orang lainnya memilih mengungsi secara mandiri.

Kerusakan terjadi pada rumah warga hingga sejumlah fasilitas umum. Proses verifikasi tingkat kerusakan masih dilakukan sehingga data kerusakan dapat berubah seiring masuknya laporan dari daerah terdampak.

Fasilitas pendidikan, tempat ibadah, kantor pemerintahan dan sejumlah fasilitas publik lainnya turut dilaporkan mengalami kerusakan akibat kuatnya guncangan.

Gempa Susulan Tembus 995 Kali

Aktivitas kegempaan di NTT juga belum berhenti. Hingga Minggu (16/8/2026), tercatat 995 gempa susulan, dengan 46 di antaranya dirasakan masyarakat.

Jumlah tersebut melonjak dibandingkan pemantauan pada hari pertama setelah gempa utama. Sebelumnya, BMKG mencatat 235 gempa susulan hingga Sabtu (15/8/2026) pukul 14.00 WIB.

Masyarakat diminta tetap waspada terhadap gempa susulan, terutama terhadap bangunan yang telah mengalami kerusakan struktur.

Penanganan Darurat Dipercepat

Pemerintah mempercepat penanganan darurat di wilayah terdampak. Kepala BNPB bersama jajaran pemerintah telah berada di lokasi untuk mendukung proses pencarian dan pertolongan korban serta pemenuhan kebutuhan masyarakat di pengungsian.

Bantuan logistik dikirim melalui jalur darat dan udara. Paket bantuan dari pemerintah pusat yang dikirim melalui Posko Logistik Nasional di Bandara Halim Perdanakusuma juga telah tiba di Maumere dan Labuan Bajo.

Sedikitnya 4.925 paket bantuan telah disalurkan ke sejumlah wilayah, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Sikka dan Ende.

Posko Penanganan Dibentuk

BNPB turut mengaktifkan Pos Pendampingan Nasional (Pospenas) yang berpusat di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi penanganan darurat gempa M7,7 di NTT.

Posko taktis juga dipersiapkan di Maumere untuk memperkuat koordinasi penanganan di wilayah terdampak.

Fokus pemerintah saat ini tetap pada pencarian dan pertolongan korban, pelayanan kesehatan serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang mengungsi.

Masyarakat diminta tetap waspada terhadap gempa susulan dan tidak memasuki rumah maupun bangunan yang mengalami kerusakan sebelum kondisinya dinyatakan aman.

Data korban, pengungsi maupun kerusakan masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses verifikasi serta pendataan yang terus berlangsung di lapangan.