Lewati ke konten
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Viral SPBU Malang Putar Suara AI Mirip Jokowi-Prabowo Saat Pertalite Habis

MALANG – SPBU 54.651.05 di Jalan Raya Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, sempat menggunakan cara unik untuk mengumumkan stok Pertalite yang habis. Alih-alih memasang papan pemberitahuan, pengelola memutar rekaman suara yang menyerupai suara Jokowi dan Prabowo.

Rekaman tersebut dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Namun, penggunaannya tidak berlangsung lama. Pihak SPBU segera menghentikan dan menghapus rekaman setelah video tersebut viral di media sosial.

Pengawas SPBU 54.651.05 Tlogomas, Supriyanto, mengatakan penggunaan rekaman suara awalnya dianggap lebih efektif dibandingkan memasang papan pengumuman.

“Kami awalnya berpikir efektif pakai suara. Karena kalau pasang papan tulisan tetap saja banyak yang mengantre,” kata Supriyanto saat ditemui di tempat kerjanya, Kamis (3/9/2026).

Menurut Supriyanto, konsumsi Pertalite di SPBU Tlogomas cukup tinggi, terutama karena mayoritas konsumennya merupakan mahasiswa. Terlebih, aktivitas perkuliahan saat ini telah kembali berjalan.

“Di sini paling banyak beli mahasiswa, BBM yang dicari adalah Pertalite,” ujarnya.

Tingginya permintaan terlihat dari antrean kendaraan roda dua di enam pompa pengisian Pertalite. Sementara itu, antrean untuk kendaraan roda empat pada jenis BBM subsidi lainnya terlihat lebih lengang.

“Mahasiswa rata-rata pakai motor yang dicari BBM subsidi,” kata Supriyanto.

Pada Kamis, SPBU tersebut menerima suplai Pertalite sebanyak 48 ribu liter. Jumlah itu diperkirakan hanya mampu memenuhi kebutuhan hingga keesokan paginya.

“Hari ini dapat kiriman 48 ribu liter. Kalau mahasiswa pas libur hanya 32 ribu liter. Besok pagi, stok Pertalite pasti habis,” ungkapnya.

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga menyatakan terus melakukan pengaturan dan penyesuaian distribusi BBM secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi stok serta kebutuhan di masing-masing wilayah.

Penyesuaian distribusi dilakukan untuk menjaga pemerataan pasokan antarwilayah. Volume penyaluran diatur berdasarkan ketersediaan stok di titik suplai, kebutuhan SPBU, serta kondisi distribusi di lapangan.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan Pertamina berkomitmen menjaga ketersediaan BBM bersubsidi agar dapat disalurkan kepada masyarakat sesuai ketentuan.

“Pertamina berkomitmen untuk terus menjaga penyaluran BBM bersubsidi agar kebutuhan masyarakat dan aktivitas sehari-hari dapat tetap terpenuhi,” kata Ahad.

“Dalam kondisi tertentu, kami melakukan penyesuaian distribusi secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi stok dan kebutuhan di masing-masing wilayah. Pengaturan ini merupakan bagian dari upaya kami menjaga agar penyaluran tetap berjalan dan pasokan dapat terdistribusi secara merata,” lanjutnya.

Pertamina juga terus memantau kebutuhan BBM di wilayah Malang Raya. Berdasarkan evaluasi penyaluran pada bulan-bulan sebelumnya, kebutuhan Pertalite tercatat meningkat sekitar 6 persen, sementara Biosolar naik sekitar 15 persen.

Peningkatan kebutuhan tersebut antara lain dipengaruhi musim panen tebu dan meningkatnya aktivitas pariwisata selama periode liburan.

Sebagai bagian dari pengendalian distribusi, Pertamina sejak sekitar dua hari terakhir melakukan penyesuaian penyaluran Pertalite dari Fuel Terminal (FT) Malang. Volume penyaluran disesuaikan dengan kondisi stok yang tersedia di titik suplai.

“Kami terus melakukan monitoring secara intensif dan akan menyesuaikan pola penyaluran berdasarkan perkembangan stok serta kebutuhan masyarakat. Prinsipnya, Pertamina tetap berupaya menjaga kelancaran distribusi dengan mengedepankan pemerataan pasokan dan keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat,” tambah Ahad.

Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, serta tidak melakukan panic buying. Masyarakat juga diminta lebih bijak menyikapi informasi yang beredar di media sosial dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat memicu antrean yang tidak diperlukan.