Jika ekosistem produksi dan pasar telah terbentuk, ia berharap pengembangan UMKM dapat berjalan secara berkelanjutan. Bahkan ketika satu rumah produksi tidak mampu memenuhi permintaan pasar, pelaku usaha lainnya dapat dilibatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi.
“Nah, ketika ekosistem ini sudah kita bangun, inilah yang kita harapkan akan bergulir,” katanya.
Disiapkan dengan Manajemen Profesional
Pengembangan rumah produksi nantinya juga akan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Dinas Tenaga Kerja, misalnya, dapat mengambil peran dalam penyediaan maupun peningkatan kompetensi sumber daya manusia, sementara perangkat daerah lainnya mendukung pembinaan dan pengembangan usaha.
Prof Udin menginginkan setiap rumah produksi memiliki sistem pengelolaan yang profesional, mulai dari manajer hingga pengelola bidang pemasaran dan produksi.

